Logo APAR Kreasi Ukasah

Alat Pemadam Dengan Isi Air / Water

Air adalah salah satu bahan pemadam kebakaran yang sangat efektif. Namun dalam berbagai kondisi, penggunaannya justru tidak disarankan. Mengapa? Berikut informasi lengkapnya yang wajib Anda ketahui.

Fungsi Alat Pemadam Isi Water (Air)

Tabung Pemadam Isi Water / Air

Saat ini, ada banyak jenis alat pemadam kebakaran yang mudah kita temui di pasaran. Namun, tabung pemadam isi water (air) adalah alat pemadam yang masih paling umum digunakan. Seperti yang diketahui, bahwa air adalah salah satu jenis bahan pemadam yang dari dulu hingga sekarang masih sangat familiar digunakan.

Selain mudah ditemui, penggunaan air sebagai bahan pemadam juga lebih efektif dan efisien baik dari segi biaya maupun fungsi. Bagaimana tidak, air ada dimana-mana, tidak membutuhkan uang banyak untuk bisa mendapatkan air, serta air juga dapat memadamkan api yang ditimbulkan oleh lebih banyak sumber dibanding dengan jenis bahan pemadam lainnya.

Itulah sebabnya mengapa tabung pemadam isi water (air) yang lebih banyak diminati oleh konsumen. Namun demikian, pada kondisi tertentu penggunaan air sebagai bahan untuk memadamkan api tak berfungsi dengan baik.

Tabung pemadam isi water (air) memungkinkan penggunanya bisa memadamkan api dari jarak jauh. Pasalnya, tabung pemadam jenis ini memiliki tekanan pada tabung yang menghasilkan air yang terkonsentrasi.

Nah, cara kerjanya sendiri adalah melalui efek pendinginan, mengalirkan debit air, lalu menurunkan suhu bahan bakar hingga titik bawah pengapian. Untuk penggunaannya, tabung pemadam jenis ini cocok digunakan untuk memadamkan api yang membakar meterial yang bersifat padat dan kering seperti kayu, kertas, kardus dan beberapa material lain yang serupa.

Selain itu, jenis alat juga bisa digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan oleh cairan yang mudah terbakar seperti solar, bensin, minyak tanah, dan lain-lain.

Seperti yang dijelaskan diatas, dalam kondisi tertentu air tidak selalu menjadi bahan terbaik untuk memadamkan api. Dalam hal ini sangat tidak disarankan untuk menggunakan tabung pemadam isi water (air) sebagai alat untuk memadamkan api akibat konsleting listrik.

Hal ini dikarenakan sifat larutan elektrolit dalam peristiwa tersebut dapat menjadi penghantar listrik yang justru dapat membuat kobaran api menjadi lebih besar. Ini tentu sangat mungkin terjadi, karena air adalah konduktor yang baik dalam menghantarkan arus listrik.

Selain beresiko dapat memperbesar kobaran api, penggunaan tabung pemadam jenis ini juga dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan pada pemadam karena tersambar arus listrik yang merambat melalui aliran air.

Perlu Anda ketahui juga, bahwa penggunaan tabung jenis ini juga tidak disarankan digunakan untuk memadamkan api yang diakibatkan oleh lemak atau minyak. Kondisi seperti ini biasanya sering terjadi di area dapur.

Penggunaan tabung pemadam isi water (air) jenis tidak cocok cocok digunakan pada saat demikian, karena seperti yang diketahui bahwa air dan minyak memiliki sifat yang saling berlawanan. Sehingga, pemadaman api menggunakan tabung jenis ini dikhawatirkan akan menimbulkan titik-titik baru.

Demikian ulasan mengenai tabung pemadam isi water (air) untuk Anda. Memang, menghindari kebakaran adalah hal yang wajib kita lakukan. Namun memiliki pengetahuan tentang upaya memadamkan api juga tak ada salahnya bukan?

Updated on 

Silahkan hubungi kami untuk mengetahui informasi mengenai alat pemadam kebakaran, dan untuk mendapatkan penawaran dan diskon harga APAR